Tual, Maluku – Anggota Dwan Perwakilan RakyatRepublik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Gerindra Komisi VIII Dapil Maluku, Alimudin Kolatlena menegaskan, stabilitas keamanan merupakan kunci utama mendorong masuknya investasi dan pertumbuhan ekonomi di Kota Tual.

Pernyataan itu disampaikan Alimudin kepada media ini di Kafe Malinan kabupaten Maluku Tenggara Kamis 30/04/2026, usai menggelar makan malam bersama dengan para pengurus DPC partai Gerindra Kota Tual dan Kab.Malra.

Dikatakan, sejak melaksanakan kunjungan reses dari tanggal 29-30 April 2026 di kota Tual yaitu Kecamatan Dullah Selatan dan Kabupaten Maluku tenggara (Malra ) tepatanya di Desa Danar dirinya merasa bersyukur karena masyarakat dua daerah yang kuat dengan hukum Larvul Ngabak itu sangat ramah dalam menyambut kehadirannya selama melaksanakan tugas reses di kepulauan Kei.

Alimudin menuturkan, potensi besar Kota Tual dan Kab.Malra hanya ada pada sektor pariwisata dan kelautan sehingga sektor ini hanya bisa berkembang jika daerah aman dan kondusif.

“ Kalau katong aman investor berani datang, tapi kalau masih ada bakalai, bakar-bakaran, orang seng berani masuk,” Tuturnya.

Ia menekankan, keamanan sosial menjadi faktor penentu untuk masuknya investor yang hendak menanamkan modal di dua daerah kembar ini.

Selain itu kunjunganya ke dua wilayah ini kata Alimudin juga mendorong efisiensi dan sinkronisasi program daerah dengan program strategis Presiden Prabowo Subianto, guna mendongkrak ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Kebijakan itu, kata Alimudin berdampak pada peningkatan penguatan ekonomi masyarakat, terutama di sektor perikanan. Dia juga berjanji
Akan melakukan pengembangan cold storage serta penguatan kampung nelayan sebagai pusat ekonomi pesisir.

Selain itu Alimudin juga mengusulkan, pembangunan kawasan kuliner di sekitar lokasi strategis seperti di Jembatan Watdek maupun lokasi strategis lainya agar bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis UMKM, pasalnya kawasan tersebut bisa berpotensi jadi ikon kuliner Malra dan Kota Tual yang dapat meningkatkan pendapatan pelaku usaha kecil dan ibu-ibu pedagang.

“Kalau ditata dengan baik, itu bisa jadi pusat kuliner khas Tual yang lebih representatif,” Tuturnya.

Reses tersebut juga akan menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi wakil rakyat dan warga, sekaligus menegaskan komitmen pembangunan berbasis potensi lokal, keamanan daerah, serta penguatan ekonomi pesisir di Kota Tual.

Alimudin juga mengaku waktu dirinya menggelar reses di kabupaten Malra tepat di desa Danar sempat berkunjung ke masyarakat yang ada di pengungsian dan memberi sedikit bantuan. Selain itu Amiludin berharap kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi Kamtibmas di dua wilayah tersebut agar tetap tenang, sehingga investor bisa datang dan berinvestasi di sini agar dapat menggenjot pertumbuhan ekonomi warga. (Al).

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *