Dogomouto, Papua Tengah – Menjelang acara pentahbisan Gedung Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua, Jemaat Maranatha Dogomouto, Klasis Bedu, Koordinator Paniai, tim musik Pelangi Sriwo terus melakukan persiapan untuk mendukung rangkaian ibadah dan pelayanan musik pada Kamis,13 Agustus 2026.
Kepada media ini Rabu 12/08/2026, selaku koordinator Musik Pelangi Sriwo Oktovianus Tagi menyampaikan, persiapan musik dilakukan melalui proses latihan bersama singer, pemain musik, hingga pemain tamborin. Menurutnya, pada awal latihan masih terdapat berbagai keterbatasan, namun melalui latihan secara berulang para pemain mulai mampu mengikuti melodi dan irama musik.
“Pertama kami mulai memberikan latihan kepada singer dan pemain musik. Awalnya memang ada yang masih ragu dan ada yang kurang mendengar, tetapi setelah beberapa kali latihan, mereka mulai bisa mengikuti,” Ujar Oktovianus.
Ia menceritakan, perjalanan dirinya dalam mengenal musik dimulai dari alat musik ukulele yang dibuat sendiri. Dari ukulele tersebut, ia mulai belajar dan mengembangkan kemampuan bermusik hingga mengenal gitar akustik, melodi, bass dan berbagai jenis permainan musik.
Dikatakanya, pengalaman bermusik semakin berkembang ketika dirinya bertemu dengan tim penginjilan dari Paniai yang datang membawa alat musik. Dari pertemuan tersebut, ia mulai mengenal musik secara lebih mendalam dan kemudian mengembangkan kemampuan itu dengan melatih anak-anak putra siriwo.
“Dulu saya mulai dari ukulele, kemudian gitar akustik. Dari situ saya belajar melodi, bass dan alat musik lainnya. Setelah itu saya mulai mengajar dan melatih anak-anak di Anana Ogeye, Distrik Siriwo, serta Piyaiye,” Jeqlasnya.
Dari proses tersebut, kemudian berkembang Studio Pelangi Siriwo yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk belajar dan mengembangkan talenta musik.
Oktovianus mengatakan, musik yang dulu dimainkan secara sederhana dengan ukulele dan gitar akustik kini telah berkembang menjadi musik elektrik dengan berbagai instrumen.
“Sekarang saya sudah memiliki Studio Pelangi Sriwo. Ini milik anak-anak Siriwo, khususnya di Distrik Siriwo. Saya berharap apa yang sudah dimulai ini tidak berhenti, tetapi terus dilanjutkan oleh generasi berikutnya,” Katanya.
Ia menegaskan, pelayanan musik dalam pentahbisan Gedung Gereja Jemaat Maranatha Dogomouto pada 13 Agustus 2026 menjadi salah satu momentum penting karena untuk pertama kalinya tim Pelangi Sriwo akan tampilkan dengan musik seperti drum band dalam pelayanan tersebut.
“Besok tanggal 13 Agustus kami siap membuktikan dan menampilkan musik ini dalam pentahbisan Jemaat Maranatha Dogomouto, Klasis Bedu, Koordinator Paniai, dan ini menjadi pertama kalinya kami tampilkan konsep seperti drum band dalam pelayanan gereja,” Ungkapnya.
Oktovianus berharap talenta musik yang dimiliki anak-anak di wilayah Siriwo dapat terus dikembangkan. Ia menyebut pelayanan musik bukan hanya untuk satu kegiatan, tetapi menjadi bekal bagi generasi muda untuk masa depan.
“Generasi berikutnya harus meneruskan talenta ini. Grup Pelangi Sriwo karena grup Pelangi Sriwo adalah milik anak-anak, khususnya anak-anak Siriwo atas yakni distrik bogobai sampai kilo meter seratus Karena itu, jangan dihentikan, tetapi harus terus diteruskan,” Tegasnya.
Sementara itu, Naftali Tagi mengatakan keterlibatannya dalam pelayanan musik merupakan bentuk panggilan untuk melayani Tuhan.
Menurutnya, musik memiliki peran penting sebagai sarana penghiburan dan bagian dari pelayanan gereja.
Ia mengajak generasi muda, khususnya anak-anak Siriwo yang memiliki bakat musik, untuk terus mengembangkan talenta agar dapat digunakan dalam pelayanan di gereja maupun diluar gereja.
Naftali menyatakan masih ada kendala, terutama keterbatasan perangkat seperti speaker dan mikrofon serta kemampuan teknis pemain. Karena itu, ia berharap latihan dan pendalaman musik terus dilakukan secara berkelanjutan.
Meski latihannya singer cukup singkat dan sebagian pemain belum terbiasa tampil dalam pelayanan gereja, tetapi Naftali mengapresiasi semangat mereka yang tetap berusaha menyesuaikan diri dan memberikan pelayanan terbaik.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









