Nabire, Papua Tengah – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya Se-Indonesia (GPMI-I) menggelar aksi damai di Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah, Kamis 23/07/2026.

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan tuntutan kepada pemerintah untuk segera mengusut tuntas berbagai kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya.

Aksi yang diikuti oleh sejumlah pelajar mahasiswa dan masyarakat Intan Jaya itu berlangsung dengan membawa spanduk bertuliskan tema “Militer Mesin Pembunuh Rakyat Intan Jaya” serta berbagai poster yang berisi seruan penghentian kekerasan terhadap warga sipil.

Dalam pernyataannya, massa aksi menuntut pemerintah segera mengusut tuntas kasus Soanggama Berdarah, penembakan ibu hamil, pembunuhan gembala, serta berbagai kasus dugaan pelanggaran HAM lainnya yang terjadi di Kabupaten Intan Jaya Khususnya, Papua umumnya.

Selain itu, GPMI-I juga meminta pemerintah memfasilitasi mahasiswa bersama berbagai elemen masyarakat Intan Jaya untuk melakukan dialog langsung dengan Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pertahanan guna menyampaikan berbagai persoalan kemanusiaan yang terjadi di daerah tersebut.

Masyarakat dan belajar mahasiswa menilai bahwa penyelesaian berbagai persoalan kemanusiaan di Intan Jaya harus dilakukan secara adil, transparan, dan melibatkan masyarakat yang terdampak langsung. Mereka berharap pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat memberikan perhatian serius terhadap situasi yang terjadi di wilayah tersebut.

Aksi damai berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan dan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi sosial dan kemanusiaan di Kabupaten Intan Jaya.

 

Reporter : Melkias Obaipa.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *