Timika, Papua Tengah – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Papua Tengah Johanis Kemong menilai Bupati Johanis Rettob dan Wakil Bupati Emanuel Kemong lemah dalam memimpin Kabupaten Mimika.
Pernyataan tersebut disampaikan Johanis Kemong melalui pernyataan resmi pada Jumat 14/08/2026.
Ia menilai, terjadinya berbagai polemik dan kesenjangan sosial antara warga masyarakat yang mendiami bumi Amungsa Kab.Mimika merupakan bagian dari lemahnya kemampuan Bupati dan Wakil Bupati Mimika dalam melihat, melakukan kajian serta mencari solusi sebagai opsi tepat dalam menjasab seluruh perskalan publik.
“Hingga Terjadinya Berbagai Persoalan di Kabupaten Mimika di Sebabkan Karena : LEMAHNYA KEPIMIMPINAN Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mimika.” Demikian ditulis Johanis Kemong.
Dikatakanya, hingga kini masih banyak persoalan Kab,Mimika yang kembali diurus dan ditangani pihak Provinsi Papua Tengah, sehingga kondisi dimaksud semakin mencoreng wibawa Pemda Mimika di mata masyarakat.
“Semua Persoalan di Kabupaten Terpaksa turun tangan langsung dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah selama ini.” Paparnya.
Johanis Kemong mencontohkan, salah satu konflik yang hingga kini belum dapat diselesaikan secara maksimal adalah konflik Kwamki Lama yang secara langsung mendapat perhatian serta penanganan secara langsung oleh Gubernur Papua Tengah, Kapolda, MRP dan DPRPT.
Adapun persoalan lain seperti, pemalangan ruas jalan SP 2 yang secara langsung mengganggu akses tranportasi dan lalulintas, selain itu sejumlah tindak pidana yang berakhir dengan hilangnya nyawa manusia, turut menyita perhatian pihak Polda Papua Tengah.
“Lalu Bupati Mimika lagi ada dimana , sehingga harus dari Provinsi yg turun selesaikan masalah yg terjadi di Kabupaten Mimika.” Ungkapnya.
Johanis Kemong berharal adanya koordinasi dan komunikasi yang baik bersama pihak Forkopimda agar mendapatkan solusi yang tepat bagi pihak Pemda Mimika dalam menyelesaikan seluruh persoalan yang ada.
Reporter : Erc.
Editor : Elf.









