Wamena, Papua Pegunungan – Mahasiswa Konfederasi Distrik Asolokobal, Asotipo, Maima, dan Popukoba secara tegas menyatakan penolakan terhadap rencana kehadiran Bobon Santoso di Distrik Asolokobal, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Dalam pernyataan sikap yang diterima media ini pada Jumat 24/07/2026 disampaikan, mahasiswa menegaskan penolakan tersebut didasarkan pada pertimbangan jika kehadiran Bobon Santoso berpotensi menimbulkan polemik dan tidak menjawab persoalan-persoalan mendasar yang sedang dihadapi masyarakat Papua Pegunungan, khususnya masyarakat Distrik Asolokobal.

Pihaknya berpandangan bahwa, kegiatan memasak yang akan dilakukan Bobon Santoso dipersepsikan sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu yang sedang menjadi perhatian masyarakat, seperti polemik film Pesta Babi serta isu Program Strategis Nasional (PSN), termasuk rencana cetak sawah di wilayah Wamena yang masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat.

Menurut pihak mahasiswa, persoalan-persoalan tersebut memerlukan ruang dialog yang terbuka, penghormatan terhadap aspirasi masyarakat adat, dan penyelesaian yang berpihak pada kepentingan rakyat, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Kami Mahasiswa juga menegaskan bahwa masyarakat Distrik Asolokobal bukanlah objek untuk kepentingan pencitraan ataupun panggung konten media sosial.

Kehadiran pihak mana pun, menurut kami, seharusnya membawa manfaat nyata melalui penghormatan terhadap budaya lokal, mendengar aspirasi masyarakat, serta memberikan kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan menambah polemik baru.” Paparnya.

Berdasarkan pernyataan sikap tersebut, Mahasiswa Konfederasi Distrik Asolokobal, Asotipo, Maima, dan Popukoba menyampaikan lima tuntutan, yaitu:

Menolak kehadiran Bobon Santoso di Distrik Asolokobal. Kami Mendesak seluruh pihak agar menghormati aspirasi masyarakat dan mahasiswa Distrik Asolokobal.

Menolak segala bentuk kegiatan yang berpotensi mengalihkan perhatian publik dari persoalan-persoalan strategis yang sedang dihadapi masyarakat Papua Pegunungan.

Mendorong penyelesaian berbagai persoalan melalui dialog yang terbuka, jujur, dan melibatkan masyarakat adat, tokoh agama, tokoh pemuda, serta seluruh elemen masyarakat.

Dan Mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, ketertiban, dan menyampaikan aspirasi secara damai, bermartabat, serta sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Mahasiswa menyatakan bahwa, pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dalam memperjuangkan aspirasi dan kepentingan masyarakat Distrik Asolokobal. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi yang aman dan kondusif dalam menyampaikan pendapat serta memperjuangkan aspirasi secara damai.

 

Reporter : Melkias Obaipa.

Editor : Elf.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *