Timika,Papua Tengah – Kabupaten Mimika selama ini dikenal sebagai salah satu daerah strategis di Ptovinsi Papua Tengah, karena kekayaan sumber daya alamnya. Kehadiran perusahaan tambang besar seperti PT Freeport Indonesia menjadikan wilayah ini tidak hanya menarik bagi para pencari kerja dan perantau, tetapi juga kerap menjadi arena berbagai kepentingan politik dan ekonomi.
Pasca pelaksanaan Pilkada, Pemerintah Kabupaten Mimika kini memasuki masa transisi kepemimpinan baru di bawah pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Johanes Rettob dan Emanuel Kemong, dan tahun kedua pemerintahan, proses penataan daerah dinilai membutuhkan stabilitas dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Namun di tengah upaya pembenahan tersebut, publik Mimika dikejutkan dengan munculnya pernyataan salah satu tokoh tim pemenangan, Iwan Makatita, yang dianggap menyiratkan adanya perpecahan di internal lingkaran pendukung kepala daerah terpilih.
Pernyataan itu menuai beragam respons masyarakat. Sebagian pihak menilai polemik politik pasca pilkada seharusnya sudah tidak lagi menjadi konsumsi publik, terlebih ketika pemerintah daerah sedang berupaya membangun konsolidasi dan fokus pada program kerja.
Salah satu tokoh yang ikut angkat bicara adalah Widhiyani Mokhamad, pegiat UMKM yang selama masa kampanye diketahui aktif mendampingi pasangan kepala daerah terpilih dalam berbagai agenda sosialisasi kepada masyarakat.
Melalui pernyataan resmi yang diterimah media ini Rabu 19/05/2026, Widhiyani menegaskan bahwa, seluruh tim pemenangan semestinya kembali kepada profesi dan peran masing-masing setelah pilkada usai.
“Pilkada sudah jauh di belakang. Sudah sepatutnya kita kembali kepada profesionalisme kita masing-masing, dan biarkan kepala daerah terpilih menata daerah dengan baik tanpa gangguan tim pemenangan”. Harapnya.
Ia juga menanggapi isu dugaan perpecahan internal yang belakangan berkembang di ruang publik. Menurutnya, jika memang terdapat persoalan di internal tim, hal itu sebaiknya diselesaikan secara dewasa dan tidak dibawa menjadi polemik terbuka.
“Sudah menang to, ya sudah,” katanya singkat.
Widhiyani menilai persatuan di antara para pendukung kepala daerah harus tetap dijaga. Ia juga mengingatkan agar kepentingan pribadi tidak dijadikan alasan untuk menyerang atau menyingkirkan pihak lain.
“ Kalau bicara soal persatuan tim, semestinya sebelum curhat ke media, yang bersangkutan bicara di depan cermin dahulu bahwa persatuan tim harus di jaga , jangan karena kepentingan pribadi kemudian menghalalkan cara untuk menyingkirkan orang lain”. Tambahnya.
Saat ini, Widhiyani mengaku lebih memilih fokus mengembangkan aktivitas bisnis dan pendampingan UMKM yang telah ia jalankan selama sekitar satu dekade terakhir. Melalui lembaga pengembangan usaha yang dipimpinnya, ia tengah aktif mendorong penguatan ekonomi masyarakat di berbagai daerah.
Ia menegaskan tidak ingin terlalu jauh terlibat dalam komunikasi politik yang dinilainya tidak sehat.
“Tugas saya memenangkan kandidat sudah selesai. Sekarang saya ingin lebih banyak bicara tentang UMKM dan bagaimana masyarakat bisa bertumbuh secara ekonomi,” Tutupnya. (tMp).







