Langgur, Maluku – Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Langgur menerima kunjungan tim Monitoring dan Evaluasi (MONEV) dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pembinaan dan pendampingan untuk meningkatkan mutu tata kelola perguruan tinggi.
Tim MONEV yang teridir dari Hanoch M. Hetharia, Ronny Rumalatu, Liyoulinne E. Warella, Yolanda Puturuhu, dan Santi Talakua melakukan evaluasi terhadap tata kelola kelembagaan, administrasi akademik, serta berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan tinggi guna memastikan pelaksanaan pendidikan berjalan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, tim juga memberikan arahan, masukan, serta rekomendasi untuk memperkuat sistem pengelolaan institusi.
Ketua STIA Langgur, Lusia Rentanubun, S.Sos., M.Si., menyambut baik pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi tersebut. Menurutnya, MONEV merupakan momentum penting bagi STIA Langgur untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola institusi dan pelayanan akademik.
Dalam pertemuan tersebut , Lusia mengatakan bahwa hasil Monitoring dan Evaluasi akan menjadi bahan evaluasi sekaligus pijakan dalam melakukan pembenahan di berbagai bidang.
“Kegiatan Monitoring dan Evaluasi ini menjadi bagian penting dalam proses peningkatan mutu perguruan tinggi. Kami sangat mengapresiasi pendampingan yang diberikan oleh tim LLDikti Wilayah XII. Melalui kegiatan ini, STIA Langgur semakin optimistis untuk terus membenahi tata kelola administrasi berbasis digital, meningkatkan kualitas layanan akademik, serta memperkuat sistem pengelolaan institusi agar lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel sesuai perkembangan teknologi,” ujar Lusia.
Ia menambahkan, seluruh rekomendasi yang diberikan tim LLDikti Wilayah XII akan segera ditindaklanjuti sebagai bentuk komitmen STIA Langgur dalam mewujudkan tata kelola perguruan tinggi yang unggul dan berorientasi pada peningkatan mutu.
Selama pelaksanaan MONEV, tim melakukan peninjauan terhadap dokumen administrasi, sistem pengelolaan akademik, tata kelola kelembagaan, hingga implementasi berbagai program yang telah dijalankan oleh STIA Langgur. Evaluasi tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya mutu serta mendorong peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Lusia menegaskan bahwa transformasi digital dalam tata kelola administrasi menjadi salah satu fokus utama pengembangan STIA Langgur. Menurutnya, pemanfaatan teknologi informasi akan mendukung pelayanan akademik yang lebih cepat, tepat, dan profesional bagi seluruh sivitas akademika.
“Kami berkomitmen menindaklanjuti setiap rekomendasi yang diberikan oleh LLDikti Wilayah XII sebagai langkah nyata dalam mewujudkan STIA Langgur yang unggul, modern, dan berbasis digital. Harapan kami, institusi ini mampu melahirkan lulusan yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional,” tutupnya. (Hmt)











