Nabire, Papua Tengah – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Meepago Kabupaten Nabire, Papua Tengah merupakan salah satu sekolah berpola asrama yang dirintis Pemerintah Provinsi Papua sejak 2016 pada masa kepemimpinan Gubernur Papua almarhum Lukas Enembe. Sekolah ini dibangun sebagai bagian dari pengembangan pendidikan berbasis lima wilayah adat di Tanah Papua dan menjadi representasi wilayah adat Meepago dalam memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi generasi muda Papua.
Demikian dijelaskan Kepsek SMA Negeri Meepago Oktopianus Tebai,S.Pd. saat diwawancarai di ruangannya pada Senin, 20 /07/ 2026.
Ia menyamlakkan, pembangunan fisik sekolah dilaksanakan pada 2020–2021. Sementara itu, pelantikan kepala sekolah dan dimulainya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara resmi berlangsung pada 2022.
“Program sekolah berpola asrama ini awalnya merupakan kebijakan Pemerintah Provinsi Papua untuk lima wilayah adat. Namun setelah pemekaran provinsi, SMA Negeri Meepago kini menjadi tanggung jawab Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” Ujarnya.
Menurut Oktopianus, perkembangan sekolah dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan hasil yang positif. Sejak angkatan kedua, SMA Negeri Meepago berhasil memperoleh akreditasi B sebagai bukti peningkatan mutu pendidikan.
“Jumlah siswa dan tenaga pendidik terus bertambah. Antusiasme masyarakat juga semakin tinggi. Tahun ini terdapat sekitar 85 siswa yang tinggal di asrama, sementara sisanya merupakan siswa nonasrama,” Katanya.
Di bidang akademik, sekolah mulai mencatat berbagai prestasi. Tahun ini, siswa SMA Negeri Meepago berhasil meraih juara pertama dan kedua pada lomba Bahasa Inggris tingkat daerah, selain sejumlah siswa yang lolos dalam berbagai seleksi akademik.
Meski demikian, sekolah masih menghadapi sejumlah keterbatasan sarana dan prasarana. Laboratorium, jaringan listrik, fasilitas olahraga, alat musik, serta penyediaan air bersih di asrama masih membutuhkan perhatian pemerintah. Di sisi lain, perpustakaan sekolah telah memiliki hampir 7.000 koleksi buku yang menjadi salah satu fasilitas unggulan.
“Kami juga telah menerima bantuan pembangunan rumah guru dan fasilitas pendidikan dari pemerintah kabupaten maupun provinsi. Tahun ini kami berharap pembangunan jalan, fasilitas tambahan, serta penyediaan air bersih dapat segera direalisasikan,” Jelasnya.
Selain persoalan fasilitas, tantangan lain yang dihadapi sekolah adalah letak sekolah yang cukup jauh dari pusat keramaian, keberagaman latar belakang siswa yang membutuhkan pendampingan khusus, serta keterbatasan tenaga pendamping dan tenaga pengajar.
Untuk mengatasi hal tersebut, pihak sekolah terus menciptakan lingkungan belajar yang nyaman melalui penyediaan ruang ekspresi, fasilitas olahraga, program studi malam, dan kegiatan matrikulasi guna meningkatkan kemampuan akademik siswa.
Oktopianus menegaskan, dukungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah sangat besar, baik dalam penyediaan fasilitas, tenaga pendidik, maupun kebutuhan asrama.
Ke depan, sekolah berharap pembangunan asrama, sarana olahraga, penyediaan air bersih melalui program pemerintah, penambahan tenaga pendamping, serta penguatan koleksi perpustakaan dapat terus diwujudkan demi meningkatkan kualitas pendidikan.
Menutup wawancara, Oktopianus mengajak seluruh masyarakat Papua untuk terus mencintai pendidikan.
“Sebagai orang Papua, kita harus mencintai pendidikan di mana pun dan kapan pun. Kami berharap pemerintah dan masyarakat terus mendukung SMA Negeri Meepago agar para lulusan menjadi generasi yang mandiri, percaya diri, dan mampu bersaing di masa depan,” Tutupnya.
Reporter : Obed Obaipa.
Editor Elf.









