Jayapura, Papua– Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Jayapura mulai berkumpul di kawasan Lingkaran Abepura pada Senin 11/05/2026 untuk menggelar aksi damai dan menyampaikan aspirasi terkait situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Wilayah Papua.
Dalam aksi tersebut, para mahasiswa melakukan orasi secara bergantian sambil membawa spanduk dan poster yang berisi tuntutan penuntasan berbagai kasus pelanggaran HAM yang terjadi di Tanah Papua. Salah satu kasus yang menjadi sorotan utama massa aksi adalah tragedi Dogiyai berdarah yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026.
Massa aksi menilai bahwa penegakan hukum terhadap berbagai peristiwa kekerasan di Papua perlu dilakukan secara terbuka, adil, dan menyeluruh. Mereka juga meminta pemerintah pusat serta lembaga terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap penyelesaian kasus-kasus kemanusiaan yang dinilai belum tuntas.
“Kami hadir untuk menyuarakan keadilan bagi masyarakat Papua, negara harus hadir memberikan kepastian hukum atas berbagai peristiwa yang terjadi,” Ujar salah satu mahasiswa dalam orasinya.
Pantauan di lokasi menunjukkan aparat keamanan turut berjaga untuk mengamankan jalannya aksi, hingga siang nanti, kegiatan berlangsung aman dan tertib dengan pengawalan aparat kepolisian.
Aksi mahasiswa tersebut juga mendapat perhatian masyarakat yang melintas di kawasan Lingkaran Abepura. Para peserta aksi menegaskan bahwa kegiatan dilakukan secara damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi di ruang demokrasi.
Mahasiswa berencana melanjutkan penyampaian aspirasi mereka melalui pernyataan sikap bersama dan menyerukan adanya dialog terbuka guna mencari solusi atas persoalan kemanusiaan di Papua. (jMp).









