Halmahera, Maluku Utara, – Sosok Muhammad Sofyan Ansar, atau lebih dikenal dengan sapaan Opan Jacky, kini tengah disibukkan dengan proyek sinematik yang sarat akan misi kebudayaan dan lingkungan. Bertindak sebagai produser sekaligus Ketua Tim Pelaksana, Opan memimpin langsung pembuatan film dokumenter tentang Suku Tobelo Dalam (O’Hongana Manyawa) di Pulau Halmahera, Maluku Utara.
Proyek ini digagas dari kepedulian mendalam terhadap keberadaan masyarakat adat yang selama ini menjadi garda terdepan dalam menjaga kelestarian hutan Halmahera, di tengah derasnya arus modernisasi dan perubahan zaman.
Merekam dengan Etika dan Rasa Hormat
Di bawah arahan Opan Jacky, tim produksi yang mengambil lokasi syuting di pedalaman Halmahera dan kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata ini berkomitmen penuh menerapkan etika dokumenter. Pendekatan partisipatif menjadi kunci, di mana setiap proses pengambilan gambar dilakukan atas izin dan komunikasi yang intensif bersama para tokoh adat setempat.
“Film dokumenter ini bukan hanya tentang merekam kehidupan Suku Tobelo Dalam, tetapi tentang menghadirkan kisah mereka dengan penuh rasa hormat,” tegas Opan Jacky.
Ia menambahkan bahwa dokumenter ini juga membawa pesan edukasi penting, termasuk pelurusan penggunaan istilah identitas. Masyarakat lokal dan para peneliti kini lebih memilih sebutan Tobelo Dalam atau O’Hongana Manyawa (Orang Rimba) ketimbang istilah “Togutil” yang dinilai memiliki konotasi kurang tepat.
Jembatan Edukasi dan Pelestarian
Melalui film ini, Opan bersama timnya berupaya menampilkan potret utuh kehidupan O’Hongana Manyawa. Tidak hanya merekam tradisi berburu, meramu, dan sistem pengetahuan lokal, film ini juga mengangkat sisi spiritualitas serta perjuangan mereka dalam mempertahankan ruang hidup dan kelestarian hutan.
“Kami percaya setiap budaya memiliki cerita yang layak didengar. Dokumenter ini adalah bentuk penghormatan kepada masyarakat adat yang selama ini menjadi penjaga hutan Halmahera. Besar harapan kami, karya ini dapat menginspirasi generasi muda untuk lebih mencintai budaya Indonesia dan ikut berperan menjaga keberagaman bangsa,” ungkap Opan.
Rencananya, karya dokumenter yang diproduseri oleh Opan Jacky ini akan ditayangkan di berbagai forum kebudayaan, lembaga pendidikan, festival film, hingga platform digital sebagai sarana promosi budaya dan ajakan menjaga kelestarian lingkungan Indonesia. (tim/red)









