Siriwo, Papua Tengah – Panitia Pembangunan Gedung Gereja Maranatha Dogomouto sekaligus kepala kampung setempat menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan gedung gereja yang telah diresmikan pada 13 Agustus 2026.
Yafet mengatakan, perjalanan pelayanan jemaat telah berlangsung sejak tahun 1965 hingga 2026, dan selama perjalanan tersebut, jemaat beberapa kali berpindah tempat. Namun, menurutnya, pembangunan gedung gereja akhirnya dapat terlaksana karena adanya persatuan antara pemerintah dan jemaat.
“Puji Tuhan. Sejak tahun 1965 sampai sekarang 2026, selama ini jemaat pindah-pindah, tetapi puji Tuhan pada hari ini jemaat bersatu untuk membangun gereja ini. Dan kehendak Tuhan yang terjadi,” Ujar Yafet kepada media ini Jumat 14/08/2026.
Ia menyampaikan bahwa, gedung Gereja Maranatha Dogomouto yang telah dibangun dan sudah diresmikan dan secara gereja pada Kamis 13 Agustus 2026 menjadi sebuah kdbanggaan dan syukur bagi warga dan jemaat Dogomouto.
Yafet juga menyampaikan pesan kepada jemaat agar tetap menyerahkan seluruh proses pelayanan kepada Tuhan.
“Kami tidak akan membalas apa pun, tetapi Tuhan yang akan membalas, karena ini pekerjaan Tuhan. Dan jemaat lain juga seperti demikian. Ini baru pertama kali, tetapi jemaat lain juga seperti ini, 12 jemaat, yang ada di Klasis bedu koordinator Paniai” Katanya.
Terharu Melihat Kehadiran Peserta Undangan Terkait kedatangan para peserta undangan dan simpatisan, Yafet mengaku sangat terharu. meskipun lokasi jemaat berada di tengah hutan, para undangan tetap menghargai undangan dan hadir dalam kegiatan tersebut.
“Peserta yang sudah hadir ini kami sangat terharu. Karena hutan, tetapi mereka menghargai dan Tuhan izinkan mereka hadir di tempat ini. Kami hampir sedih, tetapi kami tahan. Tuhan yang akan membalas,” Ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kampung setempat, Yakobus Tagi, menyampaikan rasa haru dan terima kasih atas kehadiran para peserta undangan serta simpatisan yang datang memenuhi undangan masyarakat.
Yakobus mengatakan, sejak pukul 01.00 hingga selesai pada Kamis 12 Agustus 2026, proses penjemputan peserta undangan dan para simpatisan berlangsung dengan penuh kebersamaan.
“Saya selaku kepala kampung sangat haru karena mereka telah memenuhi undangan kami. Saya sangat berterima kasih kepada para kepala kampung, pendeta, keluarga, para undangan, kelompok budaya Bunani, serta semua pihak yang datang dengan baik, aman untuk bersama-sama dalam kegiatan peresmian gedung gereja Maranatha dogomouto,” Ujar Yakobus.
Ia menambahkan, kebersamaan tersebut menjadi hal yang sangat berarti bagi masyarakat Kampung Dogomouto.
Menurut Yakobus, setelah rangkaian penjemputan peserta undangan selesai, besok, 13 Agustus 2026, Gedung Gereja Maranatha Dogomouto akan diresmikan secara resmi.
“Besok kami akan resmikan gedung gereja secara resmi dengan hati yang terbuka, atas nama tiga hukum, yakni hukum agama, hukum budaya , serta hukum pemerintah. Ini merupakan wujud nyata sejarah baru yang kami akan resmikan secara terbuka,” Tegasnya.
Peresmian tersebut diharapkan menjadi momentum penting bagi jemaat dan masyarakat Dogomouto, sekaligus menjadi wujud kebersamaan antara jemaat, pemerintah, keluarga, tokoh agama, tokoh adat, serta seluruh peserta undangan yang telah mengambil bagian dalam pembangunan Gedung Gereja Maranatha Dogomouto.
Reporter : Melkias Obaipa.
Editor : Elf.









